Senin, 05 Juli 2010

Telur Asin Asap

Pernah mencicipi telur asin asap? Pembuatan telur asin melalui metode pengasapan ini makin populer saja. Selain warnanya yang beda dari telur asin pada umumnya, apa saja yang membuat telur asin ini demikian istimewa dan makin digemari?

Cara pembuatan telur asin dengan metode pengasapan sebenarnya sudah mulai dikenal sekitar akhir tahun 2006 lalu. Meski dulu telur asin asap belum begitu populer dan belum banyak dijual seperti sekarang. Tetapi kini produk tersebut telah dijual dalam berbagai merk dan kemasan.

Konon Eltama merupakan merk pertama yang menjadi pelopor telur asin asap. Produsen rumahan asal Tembalang, Semarang ini memperkenalkan telur asin asap dengan dijual secara keliling dari rumah ke rumah. Hingga akhirnya telur asin asap kini dijual di berbagai mini market sampat hypermart.

Pada dasarnya cara pembuatan telur asin ini sama dengan telur asin biasa. Yang sedikit membedakannya adalah proses pengasapannya kemudian yang membutuhkan waktu kurang lebih 12-14 jam dengan sabut kelapa atau sekam. Ditambah proses penyimpanan, secara keseluruhan telur asin asap hingga siap dikonsumsi dibutuhkan waktu sekitar satu bulan.

Berbeda dengan telur asin biasa yang berwarna hijau, telur asin asap sendiri memiliki corak berwarna kecoklatan mirip dengan telur pindang. Saat dibelah di kuning telur nampak alur melingkar yang menjadi pola khasnya. Selain itu proses pengasapan membuat hilangnya bau amis yang sering melekat pada telur dan menggantikannya dengan aroma asap yang khas.

Mengingat lamanya proses pembuatan dan resiko pecahnya telur lebih tinggi saat pengasapan membuat harga telur ini sedikit lebih mahal dari telur asin biasa. Sebutir telur asin asap dihargai sekitar Rp 3.500,00/butir dan dijual per kilogram atau dalam kotak yang berisi 3-6 butir telur.

0 komentar:

Poskan Komentar