Rabu, 07 Juli 2010

Mencari Alternatif Bahan Pakan Ternak Itik

Banyak bahan pakan alternatif (bahan pakan pilihan) yang bisa digunakan, namun dalam mencari bahan yang akan dipakai hendaknya berpegang pada kadar protein dan energi yang diperlukan itik.


Bahan pakan sumber energi untuk itik antara lain adalah dedak padi, jagung, tepung singkong, polar, nasi keying (Loyang/karak), roti afkir dan mie afkir, namun dalam pemberiannya sebaiknya tidak dalam bentuk kering, tetapi agak basah atau jika terlalu keras perlu direndam sebelum diberikan pada itik. Sebagai contoh perendaman diperlukan jika itik diberi nasi keying, sehingga nasi tersebut menjadi agak lunak/lembek dan dapat ditelan dengan mudah oleh itik.

Bahan pakan sumber protein yang sangat disukai oleh itik dalam bentuk segar adalah ikan rucah, cangkang udang dan keong, namun pemberiannya haruslah dalam ukuran yang cukup kecil untuk memudahkan itik menelannya. Selain itu berbagai jenis bahan pakan sumber protein yang berbentuk tepung yang dapat diberikan kepada itik antara lain bungkil kelapa, tepung ikan, bekicot dan sebagainya. Kandungan zat gizi beberapa bahan yang dapat dipakai sebagai pengganti ransum pabrik adalah sebagai berikut :

Dedak Padi
Dedak padi (bekatul) merupakan hasil dari proses penggilingan padi yang digiling, jumlahnya sekitar 10% dari total berat padi. Pemanfaatan dedak sebagai bahan pakan ternak mempunyai kandungan karbohidrat atau sumber energi yang cukup tinggi 2.400 Kkal/kg dan protein lebih kurang 12%. Penggunaan dedak padi hingga 75% dalam ransum itik petelur tidak mengganggu produksi telur, asalkan kandungan nutrisi yang lainnya cukup.
Singkong
Singkong merupakan tanaman yang mudah dijumpai dan banyak dihasilkan di Indonesia. Bagian singkong yang dapat digunakan sebagai bahan pakan itik adalah umbi gaplek. Tepung singkong/gaplek mempunyai kandungan karbohidat atau sumber energi yang tinggi 3.200 Kkal/kg, hampir menyamai jagung, tetapi miskin akan protein (sekitar 2%). Pada umbi singkong, sebagian besar sianida terdapat pada kulitnya. Pengupasan kulit umbi, perendaman dan pengeringan dapat menurunkan kadar sianida tersebut. Tepung singkong dapat digunakan dalam pakan itik hingga 30%. Pemberian dalam jumlah yang lebih tinggi akan menyebabkan ternak mencret (diare).

Bekicot
Bekicot yang umumnya terdapat di pedesaan dapat digunakan sebagai sumber protein untuk itik. Bekicot segar mengandung protein kasar sekitar 15%, kadar protein ini dapat ditingkatkan dengan membuat tepung bekicot (dipisahkan dari kulit, dikeringkan lalu digiling), dengan kandungan Karbohidrat sebagai sumber energy sebesar lk 2.700 Kkal/kg.
Tepung bekicot yang dibuat dari bekicot mentah mengandung 52% protein, sedangkan yang dibuat dari bekicot rebus mengandung 32,7% protein. Tepung bekicot mentah dapat dicampurkan dalam pakan itik hingga 15%, sedangkan tepung bekicot rebus hingga 20%.

Keong Emas
Keong emas balk digunakan untuk campuran pakan itik karena hewan air ini mengandung banyak protein dan kalsium. Pemberian dalam bentuk segar dapat menyebabkan pengaruh negatif terhadap ternak, yaitu dapat menyebabkan penurunan produksi ternak karena di dalam lendir keong tersebut terdapat suatu zat anti nutrisi yang dapat menghambat pertumbuhan ternak, oleh sebab itu dianjurkan menggunakan keong Emas yang telah direbus, karma zat anti nutrisi yang ada akan berkurang atau bahkan hilang setelah proses perebusan selama 15-20 menit.

Cangkang Udang
Cangkang udang (terdiri dari kepala dan kulit) merupakan limbah yang banyak ditemui di daerah pantai terutama di daerah yang mempunyai pabrik kerupuk udang dan penampungan (pengolahan) udang untuk ekspor. Cangkang udang basah mempunyai kadar air 60-65% dan apabila dikeringkan mengandung 50% protein kasar, 11% calcium dan 1,95% fosfor. Pemberian cangkang udang kering hingga 30°,% dapat meningkatkan produksi telur itik cukup tinggi.

Ikan Rucah
Ikan rucah yang banyak dihasilkan di berbagai daerah dapat digunakan sebagai sumber protein bagi itik. Pemberian ikan rucah akan Saling melengkapi kebutuhan protein jika diberikan bersamaan dengan cangkang udang. Ikan rucah memiliki kadar protein sekitar 64% dan sumber energy sekitar 3.122 Kkal/kg.


5 komentar:

  1. kalau peternak itik di sekitar daerah urban( mepet dengan kota) limbah pabrik tahu, pabrik roti, restaurant dan limbah pasar bisa di jadikan alternatif sumber protein untuk "mengurangi" biaya penggunaan konsentrat yang berasal dari pabrikan

    BalasHapus
  2. saya menjual pakan itik alternatif siap saji dari yang pedaging dan petelur, di jamin memuaskan dan harga bisa di sesuaikan,,

    Cp : 085695823739
    Nama : Wahid
    Almt : Bogor

    BalasHapus
    Balasan
    1. bogornya di mana pak wahid saya lagi butuh pakan alternatif untuk bebek saya saat ini saya sedang ternak bebek pedaging tolong smskan alamatnya ke no 02191683941. ternak saya ada di daerah perumahan telaga kahuripan tolong di bantu...thansk topik

      Hapus
  3. bagi rekan2 peternak bebek yg sedang cari2 pakan alternatif,kami juga menyediakan Azolla microphylla sebagai pakan alternatif untuk bebek,azolla dengan kandungan protein yg tinggi,sangat baik untuk perkembangan ternak.anda dapat membudidayakanya sendiri sebagai stok,azolla sangat cepat berkembang biak,mudah di budidayakan.dengan membudidayakan azolla,anda serasa punya pabrik pakan sendiri.info hub 085264608009

    BalasHapus